Setelah pengalaman pertama kami itu, kami makin mesra dan sudah ada sedikit keberanian yang bertambah pada istriku.. Dia lebih terbuka kala bicara masalah sex. Dan yang pasti makin melebar pula ruang diskusi kami.. Tapi masih saja kami belum mempunyai pasangan swinger tetap.

Sampai akhirnya ada telpon berdering di hape ku. Ternyata dari A, yang mengatakan bahwa ia berterimakasih kemarin bisa menginap di rumah kami. Sekarang ia mau ganti mengundang kami untuk tidur di rumah mereka. Duh…. Pucuk di cinta ulam tiba…

Akhirnya sampai juga hari itu. Kami datang agak malam, kira kira jam 9 malam kami baru sampai di rumahnya.

Mulailah prosesi ritual biasa. Kami mengobrol ngalor ngidul sampai tengah malam.

Akhirnya saat yang kami tunggu tunggu, mereka menawari kami untuk istirahat. Tentu saja langsung kami iyakan.

Dan seperti yang kami duga, A menyediakan 2 buah springbed di depan tv..

Istriku mengganti bajunya dengan dasternya, dan istri A dengan baju tidur yang mirip daster juga cuma lebih pendek. Tampaknya mereka sudah mempersiapkan acara malam ini hingga detail.

Baru mungkin 10 menit kami rebahan, istri A yang chubby itu langsung menciumi suaminya. Padahal lampu masih terang benderang. Saya dan istri langsung juga tancap gas. Melihat paha istri A yang putih membuat saya makin kalap menciumi istri saya. Mungkin karena ini dirumah mereka, mereka sangat “berani”.

Istri A yang sangat agresif langsung melepas cd suaminya. Bahkan lalu istri A melepas baju tidurnya. Mereka telanjang disamping kami, walau masih dalam posisi mengoral. Deg degan juga aku melihat toket istri A yang besar…

Kemudian istriku melepas juga dasternya.. Kami ML dengan pasangan masing-masing dalam satu ruangan. Sungguh sensasional sekali. Ada faktor ingin membuktikan dan menampilkan yang terbaik di suasana seperti itu. Bisa dibayangkan, segala “ilmu” kami keluar….

Setelah kami orgasme, kami semua terlentang dengan telanjang.. Tak ada yang tak tersenyum. Kami benar benar mengalami hal yang luar biasa dan dahsyat..

Kami ulangi lagi aktivitas itu di dini hari saat kami bangun tidur. Yang ini sudah agak “nyrempet” karena begitu dekatnya posisi kami sehingga saya sempat saling bersentuhan dengan istri A.

Keesokan paginya kami sangat merasa nyaman dan senang sekali. Kami pulang dengan kepuasan yang tak terlukiskan…