Setelah beberapa waktu lalu kami tukar pasangan di Villa, kami berempat berencana untuk acara swinger dirumahku. Semuanya sudah diatur rapi. Anak anak dititipin ke rumah neneknya bersama pembantu kami. A dan istrinya sudah kami kontak untuk datang jam 10 pagi.

Tepat jam 10.15 A dan istrinya datang. Kami ngobrol-ngobrol biasa di ruang tamu. Eh, tanpa kami duga, tiba-tiba om ama tante kami datang dari Solo. Hahaha… Waduh kacau… Rencana mereka mau nginap pula. Gagal deh rencana swinger seharian kami hari ini.

Sampai siang, tante ama oom masih saja ngajak ngobrol kami berempat. Maklum lah, orang tua kalo udah lama gak ketemu ceritanya buanyak buanget. Saat akhirnya mereka masuk kamar untuk tidur siang, kami berempat cepat-cepat masuk kamar juga. Tapi rasanya nggak nyaman juga. Swinger tapi quick sex gitu… Meski harus diakui, rasa kekhawatiran kalo-kalo ketahuan orang lain membuat sensasi yang kami rasakan semakin bertambah. Hanya seperempat jam kami bercinta dengan bertukar pasangan. Setelah itu cepat-cepat pula kami keluar kamar. Saat om dan tante masih terlelap dalam tidur siangnya, A dan istrinya pamit pulang.

Keesokan paginya tante ama oom pergi ke rumah mamaku yang berjarak kira-kira satu jam perjalanan dari rumah kami. Mereka bilang mereka akan menginap di sana. Bagus lah. Berarti kami punya waktu lagi untuk acara sex tukar pasangan di rumahku. Aku mengontak A lagi. Sayangnya kejadian kemarin membuat mereka tidak nyaman. Mereka khawatir jangan-jangan om dan tante kami tiba-tiba datang lagi. Hehe..

Tiba-tiba terbetik ide gila lagi di kepalaku. Aku menawarkan istriku untuk dibawa A pulang ke rumahnya selama sehari dan istri A gantian kubawa pulang ke rumahku juga selama sehari. Gilanya, A langsung sepakat. Kami menamai permainan baru ini : take home swinger. Hehehe…

Kira-kira jam 9 pagi, A datang ke rumahku bersama istrinya. Kami pun tukar pasangan. Istriku ikut A ke rumahnya dan istri A ditinggal di rumahku. Permainan baru ini semakin menambah sensasi yang kami rasakan. Biasanya kami melihat pasangan kami disetubuhi di dekat kami, kali ini kami hanya bisa berimajinasi. Tingkat kecemburuannya jelas berbeda. Apakah istriku akan bercinta gila-gilaan dengan A? Apakah mereka akan mencoba sensasi yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya? Apakah istriku akan lebih berani mengekspresikan dirinya karena tidak ada aku? Apakah istriku akan menjadi lebih binal karena tak perlu lagi merasa sungkan padaku? Buset. Segala macam pikiran berseliweran liar di kepalaku. Aku semakin panas, dan kontolku sudah sangat tegang.

Begitu mobil A meninggalkan rumahku, aku langsung memeluk istri A dari belakang. Tanganku ketangkupkan di kedua payudaranya yang bulat dan besar. Ah, ternyata dia sudah tidak memakai beha! Tanpa berlama-lama, kami segera saling menelanjangi dan bercinta dengan berbagai gaya, posisi dan lokasi. Kami bercinta di semua ruang di rumahku. Busseet… Hot sekali permainan kami. Sampai-sampai kami tidak sempat memakai pakaian. Asal bisa ereksi, ML. Bisa ereksi, ML.  Aku sambil mbayangin lagi diapain nih istriku. Hahah…

Ketika jam makan siang tiba, aku dan istri A memutuskan untuk memesan delivery order pizza. Kami tak mau membuang waktu untuk pergi keluar rumah. Sambil menunggu pizza pesanan kami datang, aku membopong istri A ke ruang tamu. Kurebahkan ia di sofa ruang tamu dan kugenjot vaginanya dengan gaya missionari.

Sewaktu pengantar pizza datang mengetuk pintu, aku sedang gencar-gencarnya menggempur istri A. Aku hanya berteriak pada si pengantar pizza itu, “Pintunya tidak dikunci! Masuk aja!”

Pria pengantar pizza itu kaget sewaktu membuka pintu dan menemukan kami sedang bergumul di sofa. Ia melongo dan dengan kikuk berkata, “E, i..ini.. pizzanya mau diletakkan di mana, Pak?”

“Taruh situ saja,” jawabku sambil terus menggoyang istri A. “Uangnya bentar yah. Nanggung nih. Tunggu aja di sini. Duduk dulu aja.”

Pria pengantar pizza itu tidak menjawab. Ia hanya bisa terdiam melongo, lalu duduk di kursi sofa kecil tanpa sandaran. Beberapa kali ia meneguk ludah melihat tubuh istri A yang telanjang dengan payudaranya yang besar bergoncang-goncang tiap kali aku menusukkan penisku ke vaginanya.

Pikiran isengku kembali muncul. Istri A kutarik lalu kuhadapkan ke pria pengantar pizza tadi. Kudorong punggungnya hingga ia membungkuk di pangkuan pria pengantar pizza itu. Tangannya memeluk kedua paha pria pengantar pizza itu dan mukanya dibenamkan ke pangkal paha pria itu. Pria pengantar pizza itu kaget setengah mati, namun tak bisa berkutik karena kedua kakinya ditahan oleh istri A. Aku menyodok istri A dari belakang sehingga tiap kali penisku menyodok, wajah istri A tepat mengenai penis pria pengantar pizza itu yang masih berada dalam celananya. Aku berani bertaruh pasti penisnya sangat pegal karena tertahan di dalam celana dalam.

Ketika istri A mengendurkan pelukan tangannya di paha pria pengantar pizza itu, dengan cepat pria pengantar pizza itu membuka retsleting celananya dan mengeluarkan penisnya yang sudah tegang dan mengkilap-kilap basah. Tangan pria itu merengkuh kepala istri A dan menuntunnya ke arah penisnya. Istri A yang sedang melayang dalam kenikmatan tanpa berpikir mengulum penis pria pengantar pizza itu. Gerakan menyodokku membuat kulumannya juga maju mundur. Tak berapa lama, pria pengantar pizza itu memuncratkan muatannya di dalam mulut istri A. Crooootttt…

Aku masih menggoyang dua menit lagi hingga akhirnya aku juga menyemprotkan spermaku di dalam rahim istri A. Crottt…. Crot….

Istri A langsung merebahkan dirinya di sofa panjang. Posisi istri A begitu menggoda. Ia mengangkat satu kakinya ke sandaran kursi, sehingga kemaluannya dipamerkannya kepada si pengantar pizza. Kulihat penis pria pengantar pizza perlahan kembali menegang. Aku yang sebenarnya sudah mau mengambil uang untuk membayar pizza itu tiba-tiba punya ide gila lagi.

“Pengen ya, Mas?” tanyaku pada pria pengantar pizza itu yang dijawab hanya dengan senyum kikuk.

“Kamu mau?” tanyaku pada istri A. Ia masih memejamkan mata, tidak menjawab. Nafasnya yang tadi tersengal-sengal mulai teratur. Aku memberi isyarat lampu hijau pada pria pengantar pizza itu. Seperti kucing dikasih daging, pria itu langsung menerkam istri A dan melakukan penetrasi. Istri A merangkulkan tangannya ke leher pria pengantar pizza itu. Berarti ia menikmatinya. Pria pengantar pizza itu mengentot istri A sambil tangannya meremas-remas payudara istri A yang montok.

Hanya lima menit, pria pengantar pizza itu sudah mendapatkan orgasmenya yang kedua. Ia terkulai lemas di atas tubuh istri A. Setelah tenaganya pulih, ia meminta ijin ke toilet untuk membersihkan diri.

“Jangan bilang-bilang suamiku lho,” kata istri A padaku.

“Tenang aja. Ini rahasia kita berdua. Eh, bertiga maksudnya. Hehe..”

Istri A masuk ke kamar. Ia nampaknya benar-benar kelelahan dihajar dua pria siang itu.

Pria pengantar pizza itu keluar dari kamar mandi. Pakaiannya sudah rapi kembali. Aku menyiapkan uang untuk membayar pizza itu.

“Pak, e, maaf, perempuan itu tadi, bispak ya?” tanya pria pengantar pizza itu malu-malu.

“Bukan. Itu istri saya,” jawabku sambil tersenyum.

“Haaah?! Aduh, maaf, Pak! Maaf ya, Pak! Saya benar-benar tidak tahu! Maaf ya, Pak!” ucap si pria pengantar pizza berulang-ulang.

“Santai saja. Istriku nikmat kan?” tanyaku sambil menyerahkan uang pizza.

“E, i..iya, Pak.” jawabnya sambil mengulurkan tangan menerima uang.

“Jangan bilang siapa-siapa lho. Kalo sampai ada yang tahu, saya habisi kamu.”

“Em, baik, Pak.” Ia yang tadinya nampak senang sekarang nampak sedikit takut. Bagus, pikirku.

Setelah menerima uang, pria pengantar pizza itu pamit.

Aku dan istri A masih melanjutkan beberapa kali lagi persetubuhan hari itu. Kami melakukannya di kamar, di ruang tamu, di depan tivi, di ruang makan, di dapur, bahkan di kebun belakang. Ketika mandi membersihkan diri, kami masih sempat untuk ML lagi di kamar mandi.

Sorenya, aku mengantarkan istri A ke rumahnya. Dalam perjalanan aku membayangkan apa saja yang dilakukan A terhadap istriku hari ini. Apakah ia juga segila aku dan istrinya? Pikiranku campur aduk.

Sampai di sana, baru juga buka pintu aku sudah terangsang sekali ketika melihat istriku yang lagi menonton TV di ruang keluarga rumah A. Langsung kusamperin dan deep kiss. Tangan gerayangan, menelusup ke balik beha dan celana dalam lalu langsung ML position. Haha… Kami melakukan soft swinger di ruang tamu temanku… Vagina istriku terasa agak longgar. Ia pasti mengalami hari yang luar biasa hari ini. Benar benar hari yang sensasiona…